Sabtu, 04 Februari 2017

LANDASAN TEORI BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH)



LANDASAN TEORI 
BBLR


A.      DEFINISI
BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan.Bayi yang berada dibawah persentil 10 dinamakan ringan untuk umur kehamilan. Dahulu neonates dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram atau sama dengan 2.500 gram disebut premature (Atikah dan Cahyo, 2010 ; h.1 )
Pada tahun 1961 oleh WHO semua bayi yang baru lahir dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram disebut Low Birth Weight Infants (BBLR).
Sedangkan pada tahun 1970, kongres European perinatal medicine II yang diadakan d london juga diusulkan definisi untuk mendapatkan keseragaman tentang maturitas bayi lahir, yaitu sebagai berikut :
1.         Bayi kurang bulan, adalah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259)
2.         Bayi cukup bulan, adalah bayi dengan masa kehamilan mulai 37 minggu  sampai 42 minggu  (259- 293)
3.         Bayi lebih bulan adalah  bayi dengan masa kehamilan mulai 42 minggu atau lebih (294 hari atau lebih)
BBLR sendiri dapat dibagi menjadi 2 golongan, bayi dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) yaitu dengan berat lahir 1000-1500 gram dan berat badan lahir amat sangat rendah (BBLASR) yaitu dengan berat lahir kurang 1000 gram. (Atikah dan Cahyo,2010;h.2)
Secara umum bayi BBLR ini berhubungan dengan usia kehamilan yang belum cukup bulan (prematur) disamping itu juga disebabkan dismaturitas. Artinya bayi baru lahir ( usia kehamilan 38 minggu ) tapi berat badan (BB) lahirnya lebih kecil ketimbang masa kehamilannya yaitu tidak mencapai 2.500 gram. ( Atikah dan Cahyo, 2010 ; h.2)
                                                
B.       Tanda Tanda BBLR
Menurut Atikah dan Cahyo  (2010 ;h 3-4) Bayi yang lahir dengan berat badan rendah mempunyai cirri-ciri :
1.         Umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu
2.         Berat badan sama dengan atau kurang dari 2.500 gram
3.         Panjang badan sama dengan atau kurang dari 46cm, lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33cm, lingkar dada sama dengan atau kurang dari 30 cm
4.         Rambut lanugo masih banyak
5.         Jaringan lemak subkutan tipis atau kurang
6.         Tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbunhannya
7.         Tumit mengkilap, telapak kaki halus
8.         Genetalia belum sempurna, labia minora belum tertutup oleh labiamayora, klitoris menonjol (pada bayi perempuan). Testis belum turun ke dalam skrotum, pigmentasi dan rugue pada skrotum kurang (pada bayi laki-laki)
9.         Tonus otot lemah sehingga bayi kurang aktif dan pergerakannya lemah
10.     Fungsi syaraf yang belum atau tidak efektif dan tangisnya lemah
11.     Jaringan kelenjar mammae masih kurang akibat pertumbuhan otot dan jaringan lemak masih kurang
12.     Verniks kaseosa tidak ada atau sedikit bila ada

C.      Klasifikasi BBLR
Ada beberapa cara dalam mengkelompokan bayi BBLR , yaitu :
1.         Menurut harapan hidupnya :
a.         Bayi baru lahir rendah (BBLR) berat lahir 1500-2500
b.        Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) berat lahir 100- 1500 gram
c.         Bayi berat lahir ekstrim rendah (BBLER) berat lahir kurang dari 1000 gram
 2.         Menurut masa gestasinya :
1.        Prematuritas murni : masa gestasinya kurang dari 37 minggu an berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi berat atau biasa disebut neonatus kurang bulan sesuai untuk masa kehamilan (NKB-SMK)
2.        Dismaturitas : bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa gestasi itu. Berat bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (KMK)

D.      ETIOLOGI
Faktor-Faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR
Menurut Atikah dan Cahyo (2010; h. 5-7 ) faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR yaitu :
1.         Faktor ibu :
a.         Penyakit :
Mengalami komplikasi kehamilan, seperti : anemia sel berat, perdarahan ante partum, hipertensi, preeklamsia berat, eklamsia, infeksi selama kehamilan (infeksi kandung kemih dan ginjal)menderita penyakit seperti malaria, infeksi menular seksual, HIV/AIDS,malaria, TORCH
b.        Ibu :
1)        Angka kejdian prematuritas tertinggi adalah kehamilan pada usia<20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
2)        Kehamilan ganda (multi gravid)
3)        Jarak kelahiran yang terlalu dekat atau pendek (kurang dari 1 tahun). Mempunyai riwayat BBLR sebelumnya
a)         Keadaan sosial ekonomi :
·          Kejadian tertinggi terdapat pada golongan social ekonomi rendah
·          Mengerjakan aktivitas fisik beberapa jam tanpa istirahat
·          Keadaan gizi yang kurang baik
·          Pengawasan antenatal yang kurang
b)        Sebab lain :
·           Ibu perokok
·           Ibu peminum alcohol
·           Ibu pecandu obat narkotik
·           Penggunaan obat antimetabolik
2.         Faktor janin :
a.    Kelainan kromosom (trisomy autosomal)
b.    Infeksi janin kronik (inklusi sitomrgali, rubella bawaan)
c.    Disautonomia familial
d.   Radiasi
e.    Kehamilan ganda / kembar (gemeli)
f.     Aplasia pankreas
3.         Faktor plasenta :
a.    Berat plasenta berkurang atau berongga keduanya (hidramnion)
b.    Luas permukaan berkurang
c.    Plasentitis vilus (bakteri, virus dan parasite)
d.   Infark
e.    Tumor (korioangioma, mola hidatidosa)
f.     Plasenta yang lepas
g.    Sindrom plasenta yang lepas
h.    Sindrom transfusi bayi kembar (sindrom parabiotik)
4.         Faktor lingkungan
a.    Bertempat tinggal di dataran tinggi
b.    Terkena radiasi
c.    Terpapar zat beracun
Berdasarkan tipe BBLR penyebab terjadinya bayi BBLR dapat digolongkan menjadi sebagai berikut :
1.         BBLR tipe KMK, disebabkan oleh
a.         Ibu hamil yang kekurangan nutrisi
b.        Ibu memiliki hipertensi, preeklamsi, atau anemia
c.         Kehamilan kembar, kehamilan lewat waktu
d.        Malaria kronik, penyakit kronik
e.         Ibu hamil merokok
2.         BBLR tipe prematur, disebabkan oleh :
a.         Berat badan ibu yang rendah, ibu hamil yang masih remaja, kehamilan kembar
b.        Pernah melahirkan bayi premature sebelumnya
c.         Cervical imcompetenece (mulut rahim yang lemah hingga tak mampu menahan berat bayi dalam rahim)
d.        Perdarahan sebelum atau saat persalinan (antepartum hemorrhage)
e.         Ibu hamil yang mengalami sakit
f.         Kebanyakan tidak diketahui penyebabnya

        E.     PATOFISIOLOGIS TERJADINYA BBLR
BBLR merupakan keadaan dimana bayi baru lahir mengalami berat badan kurang dari normal. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu dari ibu dan janin sendiri seorang ibu yang memiliki kelainan pada fungsi organ dan system peredaran darah akan menyebabkan sirkulasi ibu ke janin terganggu sehingga akan mengakibatkan pasokan nutrisi, volume darah dan cairan dari ibu ke janin akan sangat minim ini akan mengakibatkan pertumbuhan janin dalam rahim akan terganggu dengan demikian akan , dan mengakibatkan berat badan bayi kurang dari normal
Faktor  janin sangat mempengaruhi kemungkinan berat badan lahir bayi dimana jika ada gangguan pada fungsi plasenta, liquor amni, tali pusat dan fungsi organ tubuh janin akan mengakibatkan penerimaan terhadap kebutuhan yang diperoleh dari ibu tidak optimal sehingga mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan organ menjadi terhambat yang akan mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain itu juga bayi-bayi yang lahir pada usia kehamilan preterm juga akan lahir dengan berat badan rendah.
 

F.       PENATALAKSANAAN PADA BAYI BBLR
Menurut Atikah dan Cahyo (2010 ; h. 32-35 )
1.         Mempertahankan suhu tubuh bayi
Bayi dengan berat badan lahir rendah, dirawat didalam inkubator. Inkubator yang modern dilengkapi dengan alat pengatur suhu dan kelembabannya agar bayi dapat mempertahankan suhu tubuhnya yang normal, alat oksigen yang dapat diatur, serta kelengkapan lain untuk mengurangi kontaminasi bila inkubator dibersihkan.
2.         Pengaturan dan pengawasan intake nutrisi
Asi (Air Susu ibu) merupakan pilihan pertama jika bayi mampu menghisap. ASI merupakan makanan yang paling utama, sehingga ASI adalah pilihan yang harus didahulukan untuk diberikan.ASI juga dapat dikeluarkan dan diberikan pada bayi yang tidak cukup menghisap. Bila faktor menghisapnya kurang maka ASI  dapat diperas dan diminumkan dengan sendok perlahan lahan atau dengan memasang sonde ke lambung. Permulaan cairan yang diberikan sekitar 200 cc/kgBB/hari. Jika ASI tidak ada atau tidak mencukupi khususnya pada bayi BBLR dapat digunakan susu formula yang komposisinya mirip ASI atau susu formula khusus bayi BBLR.
3.         Pencegahan infeksi
Memberikan perlindungan terhadap bayi BBLR dari bahaya infeksi.Oleh karena itu, bayi BBLR tidak boleh kontak dengan penderita infeksi dalam bentuk apapun. Digunakan masker dan baju khusus dalam penanganan bayi, perawatan luka tali pusat, perawatan mata, hidung, kulit, tindakan aseptik dan antiseptik alat-alat yang digunakan, isolasi pasien, jumlah pasien dibatasi, rasio perawat pasien ideal, mengatur kunjungan, menghindari perawatan yang terlalu lama, ,mencegah timbulnya asfiksia dan pemberian antibiotik yang tepat.
4.         Penimbangan berat badan
Perubahan berat badan mencerminkan kondisi gizi atau nutrisi bayi dan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh, oleh sebab itu penimbangan berat badan harus dilakukan dengan ketat.
5.         Pemberian oksigen
Ekspansi paru yang buruk merupakan masalah serius bagi bayi preterm BBLR, akibat tidak adanya alveoli dan surfaktan. Konsistensi O2 yang diberikan sekiar 30-35 % dengan menggunakan head box, konsentrasi O2 jaringan retina bayi yang dapat menimbulkan kebutaan
6.         Pengawasan jalan nafas
Bayi BBLR tidak dapat beradaptasi dengan asfiksia yang terjadi selama proses kelahiran sehingga dapat lahir dengan asfiksia perinatal. Bayi BBLR berisiko mengalami serangan apneu dan defisiensi surfakatan, sehingga tidak dapat memperoleh oksigen yang cukup yang sebelumnya diperoleh dari plasenta.Dalam kondisi seperti ini diperlukan pembersihan jalan nafas segera setelah lahir (aspirasi lender), dibaringkan pada posisi miring, merangsang pernapasan dengan menepuk atau menjenik tumit.

         G.    UPAYA PENCEGAHAN PADA BBLR
a.       Melakukan ANC yang baik
b.      Meningkatkan gizi masyarakat
c.       Tingkat penerimaan gerakan KB
d.      Anjurkan ibu untuk lebih banyak istirahat, bila kehamilan mendekati aterm atau istirahat baring bila terjadi keadaan yang menyimpang peraturann normal kehamilan
e.       Tingkat kerjasama dengan dukun beranak yang masih mendapat kepercayaan masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar