Sabtu, 04 Februari 2017

LANDASAN TEORI HIPERBILIRUBIN



LANDASAN TEORI
IKTERUS
A.      DEFINISI
Ikterus adalah salah satu keadaan menyerupai penyakit hati yang terdapat pada bayi baru lahir akibat terjadinya hiperbilirubinemia. Ikterus merupakan salah satu kegawatdaruratanan yang sering terjadi pada bayi baru lahir, sebanyak 25-50 % pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi berat lahir rendah (Vivian, 2010 ; h.74-75 )
1.         Fisiologi
Menurut ( Vivian, 2010 ; h. 75)
Ikterus fisiologis adalah ikterus normal yang dialami oleh bayi baru lahir, tidak mempunyai dasar patologi sehingga tidak berpotensi menjadi kern ikterus.Ikterus fisiologi ini memiliki tanda-tanda berikut :
a.         Timbul pada hari kedua dan ketiga setelah bayi lahir
b.        Kadar bilirubin indirect tidak lebih dari 10 mg %  pada neonatus cukup bulan dan 12,5 mg % pada neonatus kurang bulan
c.         Kecepatan peningkatan kadar bilirubin tidak lebih dari 5 mg % per hari
d.        Kadar bilirubin direct  tidak lebih dari 1mg %
e.         Ikterus menghilangkan pada 10 hari pertama
f.         Tidak terbukti mempunyai hubungan dengan keadaan patologis
2.         Patologis
Menurut (Vivian, 2010 ; h. 75 )
Ikterus patologis adalah ikterus yang mempunyai dasar patologis dengan kadar bilirubin mencapai suatu nilai yang disebut hiperbilirubinemia. Ikterus patologis memiliki tand dan gejala sebagai berikut :
a.         Ikterus terjadi dalam 24 jam pertama
b.        Kadar bilirubin melebihi 10 mg % pada neonatus cukup bulan atau melebihi 12,5 mg % pada neonatus cukup bulan
c.         Peningkatan bilirubin melebihi 5mg % per hari
d.        Ikterus menetap sesudah 2 minggu pertama
e.         Kadar bilrubin direct lebih dari 1 mg %
f.         Mempunyai hubungan dengan proses hemolitik

B.       ETIOLOGI
Menurut (Vivian, 2010 ; h. 76) Ada beberapa factor yang dapat menyebabkan terjadinya ikterus, yaitu sebagai berikut :
1.         Prahepatik (ikterus hemolitik)
Ikterus ini disebabkan karena produksi bilirubin yang meningkat pada proses hemolisis sel darah merah (ikterus hemolitik). Peningkatan bilirubin dapat disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya adalah infeksi, kelainan sel darah merah dan toksin dari luar tubuh, serta dari tubuh itu sendiri.
2.         Pascahepatik (obstruktif)
Adanya obstruksi pada saluran empedu yang mengakibatkan bilirubin konjugasi akan kembali lagi ke dalam sel hati dan masuk ke dalam aliran darah, kemudian sebagian masuk dalam ginjal dan diekresikan dalam urine. Sementara itu, sebagian lagi tertimbun dalam tubuh sehingga kulit dan sclera berwarna kuning kehijauan serta gatal. Sebagai akibat dari obstruksi saluran empedu menyebabkan ekresi bilrubin ke dalam saluran pencernaan berkurang, sehingga feses akan werna putih keabu-abuan, liat, dan seperti dempul.
3.         Hepatoseluler ( ikterus hepatik)
Konjugasi bilirubin terjadi pada sel hati, apabila sel hati mengalami kerusakan maka secara otomatis akan menggangu proses konjugasi bilirubin sehingga bilirubin direct meningkat dalam aliran darah. Biliubin direct mudah diekresikan oleh ginjal karena sifatnya yang mudah larut dalam air, namun sebagian masih tertimbun dalam aliran darah.

C.    PATOFISIOLOGIS PADA IKTERUS
Peningkatan kadar bilirubin tubuh dapat terjadi pada beberapa keadaan. Kejadian yang sering ditemukan adalah apabila terdapat penambahan beban bilirubin pada sel hepar yang terlalu berlebihan. Hal ini dapat ditemukan bila terdapat peningkatan penghancuran eritrosit, polisitimea,memendeknya umur eritrosit janin/bayi, meningkatnya bilirubin dari sumber lain, atau terdapatnya peningkatan sirkulasi enterohepatik.
Gangguan ambilan bilirubin plasma juga dapat menimbulkan peningkatan kadar bilirubin tubuh. Hal ini dapat terjadi apabila kadar protein Y berkurang atau pada keadaan protein Y dan protein Z terikat oleh anion lain, misalnya pada bayi asidosis atau dengan anoksia/hipoksia. Keadaan lain yang memperlihatkan peningkatan kadar bilirubin adalah apabila ditemukan gangguan konjugasi hepar (defisiensi enzim glukoranil transferase) atau bayi yang menderita gangguan eksresi,misalnya penderita hepatitis neonatal atau sumbatan saluran empedu intra/ekstra hepatik.
Pada derajat tertentu, bilirubin ini akan bersifat toksik dan merusak jaringan tubuh.

D.      PENATALAKSANAAN
Menurut ( Vivian, 2010 ; h. 76-78)
1.    Ikterus fisiologis
a.       Lakukan perawatan seperti bayi baru lahir normal lainnya
1.) Lakukan perawatan bayi sehari-hari seperti :
a)   Memandikan
b)   Melakukan perawatan tali pusat
c)   Membersihkan jalan nafas
d)  Menjemur bayi dibawah sinar matahri pagi, kurang lebih 30 menit
2.)  Ajarkan ibu cara         
a)   Memandikan bayi
b)   Melakukan perawatan talli pusat
c)   Menjaga agar bayi tidak hipotermi
d)  Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi, kurang lebih 30 menit
3.) Jelaskan pentingnya hal- hal seperti:
a)   Memberikan ASI sedini dan sesering mungkin
b)   Menjemur bayi dibawah sinar matahari dengan kondisi telanjang selama 30 menit, 15 menit dalam posisi telentang dan 15 menit sisanya dalam posisi tengkurap
c)   Memberikan asupan makanan bergizi tinggi bagi ibu
d)  Menganjurkan ibu dan pasangan untuk ber-KB segera mungkin
e)   Menganjurkan ibu untuk tidak minum jamu
2.    Hiperbilirubinemia sedang
a.    Berikan ASI secara adekuat
b.    Lakukan pencegahan hipotermi
c.    Letakkan bayi di tempat yang cukup sinar matahari kurang lebih 30 menit, selama 3-4 hari
d.   Lakukan pemeriksaan ulang 2 hari kemudian
e.    Anjurkan ibu dan keluarga untuk segera merujuk bayinya jika keadaan bayi bertambah parah serta mengeluarkan feses berwatna putih keabu-abuan dan lihat seperti dempul
3.    Hiperbilirubinemia berat
a.    Berikan informed consent pada keluarga untuk segera merujuk bayinya
b.    Selama persiapan merujuk, berikan ASI secara adekuat
c.    Lakukan pencegahan hipotermi
d.   Bila mungkin, ambil contoh darah ibu sebanyak 2,5 ml

Total serum bilirubin mg/dl (mmol/L)
Umur (jam)
Pertimbangkan terapi sinar
Terapi sinar
Transfuse tukar ( terapi sinar gagal)
Transfusi tukar dan terapi sinar
<24
*
*
*
*
24 < 48
>12 (170)
> 15 ( 260)
>20 ( 340)
> ( 430)
49 <72
>15(260)
>18(310)
>25(430)
>30(510)
>72
>17(290)
>20(340)
>25(430)
>30(510)

*Neonatus cukup bulan dengan ikterus pada umur < 24 jam, bukan neonatus sehat dan perlu evaluasi ketat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar